Yogya Perpanjang Status Siaga Hidrometeorologi
- Bing Image Creator
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menambahkan bahwa sebagian besar wilayah DIY memang sudah melewati puncak musim hujan pada Januari 2026. Namun, beberapa daerah baru mengalami puncak hujan pada Februari.
Reni menjelaskan, curah hujan pada dasarian pertama Maret 2026 masih tergolong menengah, dengan intensitas 50–150 mm per sepuluh hari. Kondisi ini memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas rendah hingga sedang setiap harinya. “Monsun Asia atau angin baratan masih aktif bertiup ke wilayah Indonesia, sehingga potensi hujan tetap ada,” terangnya.
Perpanjangan status siaga darurat hidrometeorologi di Kota Yogyakarta menjadi langkah antisipatif menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang belum sepenuhnya reda. Dengan catatan insiden kebencanaan yang cukup tinggi dalam dua bulan terakhir, pemerintah daerah bersama BPBD berupaya memastikan kesiapsiagaan masyarakat tetap terjaga.
Meski analisis BMKG menunjukkan intensitas hujan mulai menurun, faktor angin kencang dan kondisi atmosfer masih berpotensi menimbulkan bencana. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan pohon tumbang, banjir lokal, maupun gangguan listrik akibat cuaca ekstrem.