Sekda DIY Tekankan Pentingnya Realita dan Data dalam Arah Pembangunan

Talkshow dan Konsinyering Manajemen Data serta Praktik Tata Kelola untuk Perlindungan Lahan Pertanian
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

YOGYAKARTA,  VIVA Jogja - Pembangunan bukan sekadar upaya mewujudkan cita-cita, melainkan juga kemampuan memahami kenyataan secara jernih dan membangun langkah bersama berdasarkan pemahaman tersebut. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam Talkshow dan Konsinyering Manajemen Data serta Praktik Tata Kelola untuk Perlindungan Lahan Pertanian yang digelar di Hotel Harper Yogyakarta, Selasa (09/06/2026).

img_title Totok Daryanto: Implementasi UU PDP Jadi Kunci Jaga Kedaulatan Data Indonesia

Made menekankan bahwa rencana pembangunan selalu dipenuhi cita-cita besar, namun kenyataan di lapangan sering kali bergerak tidak sesuai harapan. Kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola menjadi tantangan yang harus dihadapi. “Berbagai persoalan hadir dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi, hingga tujuan untuk mencapai masa depan yang lebih baik menjadi terkendala,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan sosial, perkembangan ekonomi, tantangan lingkungan, dan dinamika tata kelola tidak bisa dipahami secara parsial. Data menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan dan mengambil keputusan pembangunan. Ia mencontohkan perlindungan lahan pertanian di DIY yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan. “Dengan data kita bisa mengetahui kondisi riil, bagaimana ke depan mampu memiliki tata kelola pertanian yang berkelanjutan,” imbuhnya.

img_title Mantrijeron Jadi Percontohan Desa Cantik, Dorong Tata Kelola Data Berkualitas dari Akar Rumput

Made juga menyoroti investasi sebagai salah satu parameter pertumbuhan ekonomi. Namun dengan keterbatasan lahan di DIY, pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademisi. Penelitian dari perguruan tinggi diharapkan memberi masukan bagi kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi. “Penelitian membantu kita memahami persoalan secara utuh, menguji asumsi, serta membaca perubahan dengan lebih jernih. Nilai penting penelitian bukan hanya memberi jawaban, tetapi juga mengajukan pertanyaan yang tepat,” jelasnya.

Forum diseminasi hasil penelitian yang digelar Fakultas Teknik UGM disebut Made memiliki arti penting. Forum ini bukan hanya ruang berbagi hasil riset, tetapi juga mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan pengetahuan dari pemangku kepentingan. Ia berharap forum tersebut memperkuat hubungan antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan pihak lain, serta memperkaya pemahaman terhadap tantangan pembangunan.

img_title Menanam dari Rumah: Cara Sederhana Mewujudkan Hidup Hijau dan Berkelanjutan

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof Ir Ali Awaludin, menambahkan bahwa forum ini menjadi sarana menyampaikan dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian kolaborasi UGM dengan BRIN, KemenATR, RMIT University, dan Melbourne University. Penelitian terkait manajemen data dan tata kelola perlindungan lahan pertanian dilakukan karena lahan pertanian semakin berkurang akibat alih fungsi untuk perumahan maupun infrastruktur. “Perubahan fungsi lahan memang tidak bisa dihindari, tetapi dibutuhkan langkah strategis agar semua kebutuhan tetap terpenuhi,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title