Mesin Roasting Kopi UMY Dilirik Industri
- Humas UMY
VIVA Jogja - Di tengah geliat industri kopi tanah air, sebuah inovasi dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencuri perhatian. Mesin roasting kopi portable dan otomatis karya Ir Rinasa Agistya Anugrah, dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO), kini mulai dilirik pelaku industri, termasuk Hotel Loman Park Yogyakarta.
Mesin yang sempat viral di berbagai platform media ini bukan hanya menarik minat publik, tetapi juga membuka peluang kerja sama lintas sektor. Rinasa, sang inovator, mengaku tak menyangka respons masyarakat begitu besar.
“Teman-teman dari SD sampai kuliah menghubungi saya, kirim screenshot berita tentang alat ini. Antara senang, kaget, dan pusing karena banyak sekali permintaan,” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui di kampus UMY.
Mesin roasting kopi ini dirancang dengan konsep portabilitas dan otomatisasi, menjadikannya solusi praktis bagi pelaku UMKM dan industri perhotelan. Versi standar dibanderol sekitar Rp5 juta, sementara versi full stainless mencapai Rp10 juta.
Tak hanya masyarakat umum, sejumlah tokoh dan perusahaan juga menunjukkan ketertarikan. Salah satunya adalah staf dari Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, menantu Sri Sultan HB X, yang menyatakan minat untuk membeli. “Responnya positif. Mereka bilang alatnya inovatif dan berbeda dari yang lain,” kata Rinasa.
Peluang kerja sama dengan Hotel Loman mulai terbuka saat mesin ini dipamerkan dalam ajang Jogja Coffee Week. Rinasa hadir bersama tim Direktorat Inovasi dan Hilirisasi (DIH) UMY, dan langsung berdiskusi dengan jajaran manajemen hotel.
“Deal-nya langsung dengan Managing Director dan GM Hotel Loman. Tapi untuk tindak lanjut, masih menunggu proses dari DIH karena patennya milik UMY,” jelasnya.
Kolaborasi Berbasis Inovasi dan Limbah
Hotel Loman sendiri dikenal aktif mengembangkan produk berbasis limbah, seperti sabun dan inhaler dari ampas kopi, serta parfum dari teh. Bagi Rinasa, pendekatan ini sejalan dengan fokus risetnya di bidang teknologi pengelolaan limbah.
“Mereka welcome dan bahkan mengundang saya untuk berkunjung. Katanya bisa bikin produk inovasi lain. Itu peluang besar menurut saya,” ujarnya.