Mendekatkan Harapan, Merawat yang Terlupakan
- VIVA Jogja/dokpri
Langkah Strategis
Program speling (spesialis keliling) dokter yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan spesialistik, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Pakar kesehatan masyarakat Undip Dr Sutopo
- VIVA Jogja/dokpri
Meski demikian, pengamat kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) Semarang, Dr. dr. Sutopo Patrio Jati, M.Kes, menilai bahwa program tersebut masih bersifat pragmatis dan belum menjadi solusi struktural atas ketimpangan distribusi dokter spesialis di daerah.
“Prinsipnya, program speling memiliki potensi strategis yang bagus untuk mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan spesialistik di Jawa Tengah. Namun sifatnya jangka pendek dan pragmatis, karena distribusi dokter spesialis memang belum merata,” ujar Sutopo menjawab VIVA Jogja.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis keliling bisa menjadi jembatan sementara bagi daerah yang selama ini belum pernah mendapatkan layanan medis spesialis. Selain membuka akses bagi masyarakat di pelosok, program ini juga diharapkan mampu menekan angka rujukan pasien ke rumah sakit di kota besar yang kerap mengalami overload.
“Selain efisiensi pembiayaan, speling juga lebih cost-effective dibanding membangun rumah sakit lengkap di setiap wilayah. Ada juga fungsi edukasi dan capacity building, karena melalui kegiatan ini dokter spesialis bisa mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada dokter di layanan primer,” jelasnya.
Namun Sutopo menegaskan, program speling belum mampu mengatasi akar persoalan mendasar, yakni produksi dan penempatan dokter spesialis yang tidak merata secara permanen. Sifat kunjungan yang periodik, katanya, membuat kontinuitas perawatan sulit dijaga, terutama bagi pasien dengan kebutuhan follow-up intensif.
“Program ini jelas belum menyelesaikan semua masalah. Tantangannya adalah kontinuitas pelayanan. Pasien yang butuh pemantauan jangka panjang tetap harus dirujuk ke rumah sakit karena kunjungan speling sifatnya sementara,” ucapnya.
Ia menambahkan, tantangan operasional juga perlu diperhatikan agar program ini tidak membebani tenaga medis. Menurutnya, beban kerja ganda berpotensi menimbulkan kelelahan (burn out) pada dokter spesialis yang bertugas keliling.
“Perlu sistem rotasi yang adil, insentif yang memadai, baik finansial maupun non-finansial, serta batasan kerja yang jelas. Dukungan logistik seperti kendaraan medis khusus dan sarana telemedicine juga sangat penting,” tegasnya.