Mendekatkan Harapan, Merawat yang Terlupakan

dr Anita Virgiyanti,Sp.KJ (kiri) saat speling di Simpang Lima
Sumber :
  • VIVA Jogja/dokpri

“Yang paling banyak dibutuhkan biasanya layanan penemuan kasus TB melalui skrining aktif (ACF TB), pemeriksaan kehamilan risiko tinggi (ANC bumil risti), serta deteksi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes,” terang Yunita.

img_title 975 Warga Ikuti Bakti Kesehatan Gratis, Polda Jateng Salurkan Ribuan Paket Sembako

Selain itu, masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan dasar, konsultasi, hingga tindakan lanjutan oleh dokter spesialis. Contohnya, Ibu hamil diperiksa oleh dokter spesialis kandungan menggunakan USG. Pemeriksaan hipertensi dan jantung dilakukan oleh spesialis penyakit dalam dengan tes laboratorium sederhana dan EKG. Masalah kesehatan jiwa ditangani oleh dokter spesialis jiwa, Pertumbuhan anak dan stunting oleh spesialis anak dan ahli gizi, serta skrining TB dan penyakit paru oleh spesialis dalam atau paru.

Yunita menyebut, integrasi antara Speling dan program CKG telah meningkatkan penemuan kasus TB melalui skrining kontak erat, serta identifikasi dini kehamilan risiko tinggi dan gangguan kesehatan jiwa.

img_title Gubernur Jateng Tinjau Banjir di Bantaran Bengawan Solo di Karanganyar Usai Resmikan Asrama Atlet Disabilitas

“Yang terpenting, masyarakat kini tak perlu jauh-jauh ke rumah sakit hanya untuk bertemu dokter spesialis,” ujarnya.

Program ini juga memiliki sistem pemantauan digital melalui dashboard Jateng, dengan input data rutin dari kabupaten/kota, termasuk capaian CKG dan sistem informasi TB (SITB).

img_title Pemkot Yogyakarta Perluas Peran Tenaga Kesehatan Kampung

Keberhasilan Speling tidak lepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, RS pemerintah maupun swasta, hingga organisasi profesi medis dan asosiasi rumah sakit.

Namun, Yunita mengakui ada tantangan yang dihadapi, terutama dalam penyesuaian jadwal dokter spesialis agar seluruh desa dapat terlayani. “Meski begitu, kami terus mencari pola terbaik agar layanan tetap berjalan merata,” ujarnya.

Selain pelayanan medis, Speling juga mengintegrasikan edukasi promosi kesehatan, konsultasi gizi, bimbingan gaya hidup sehat, hingga layanan psikologi klinis dan fisioterapi.

“Program ini sudah memiliki Surat Edaran dan Peraturan Gubernur sebagai pedoman agar pelaksanaannya berkesinambungan dan terkoordinasi,” tambah Yunita.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat desa, Program Speling menjadi simbol pemerataan layanan kesehatan di Jawa Tengah. “Program ini bukan hanya soal layanan medis, tapi juga wujud kepedulian pemerintah bahwa kesehatan harus bisa dirasakan semua warga, dari kota hingga pelosok desa,” pungkas Yunita.

Halaman Selanjutnya
img_title