Mendekatkan Harapan, Merawat yang Terlupakan

dr Anita Virgiyanti,Sp.KJ (kiri) saat speling di Simpang Lima
Sumber :
  • VIVA Jogja/dokpri

Dengan penugasan yang terus berlanjut, dr. Prima berharap Speling dapat memperkuat layanan kesehatan hingga ke wilayah paling sulit dijangkau, memastikan pasien TB mendapatkan hak yang sama atas layanan dan pemulihan.

img_title 975 Warga Ikuti Bakti Kesehatan Gratis, Polda Jateng Salurkan Ribuan Paket Sembako

Apresiasi Pemerintah Pusat

Program dokter spesialis keliling (Speling) di Jawa Tengah mendapat apreasiasi tinggi dari Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

img_title Gubernur Jateng Tinjau Banjir di Bantaran Bengawan Solo di Karanganyar Usai Resmikan Asrama Atlet Disabilitas

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus

Photo :
  • VIVA Jogja/Humas Pemprov Jateng

Saat meninjau Program Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di dua lokasi, yaitu Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, dan Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu, 5 November 2025, Benjamin menilai Speling cukup efektif untuk melakukan skrining (pelacakan) terhadap penderita tuberkulosis (TB).

img_title Pemkot Yogyakarta Perluas Peran Tenaga Kesehatan Kampung

"Ini sangat luar biasa, sudah saya cek ada foto rontgen juga di sini," kata Benjamin terkait efektivitas Speling untuk skrining TB.

Benjamin menjelaskan, Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mampu mendeteksi berbagai penyakit yang diderita oleh warga, mulai dari kecing manis hingga darah tinggi. Bahkan, melalui foto rontgen dari alat portable x-ray, dokter spesialis mampu mendeteksi penyakit infeksi, tumor, paru-paru, atau penyakit lainnya.

"Kalau program ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia, maka masyarakat Indonesia jauh lebih baik dari hari ini. Itu yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui cek kesehatan gratis," jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan tuberkulosis menjadi salah satu prioritas nasional.

Di Jawa Tengah, Dinas Kesehatan telah meluncurkan program TB Express yang dalam praktiknya terintegrasi dengan kegiatan Speling dan CKG.Kegiatan tersebut juga melibatkan seluruh dinas kesehatan di kabupaten/kota.

Gubernur Ahmad Luthfi bersama warga antre speling

Photo :
  • VIVA Jogja/Humas Pemprov Jateng

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, estimasi kasus tuberkulosis di Jawa Tengah tahun 2025 adalah 107.488 kasus. Per 4 November 2025 sudah ditemukan 73.028 kasus atau 68% dari estimasi. Khusus layanan pemeriksaan tuberkulosis terdapat 5.503.929 orang yang diperiksa. Meliputi pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (sputum TCM) sebanyak 94.499 orang, dengan rincian hasil pemeriksaan negatif 86.573 orang, pemeriksaan gagal 5.051 orang, TB sensitive obat (SO) 2.605 orang, dan TB resisten obat (RO) 260 orang.

Untuk pelayanan kesehatan jiwa, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 10 Oktober 2025, telah dilakukan skrining terhadap 5.918.363 orang. Skrining ini dilakukan melalui Speling, CKG, dan sejumlah program lainnya termasuk pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.735 orang atau 0,55% menunjukkan indikasi gejala depresi, kemudian 28.846 orang atau 0,49% menunjukkan indikasi gejala kecemasan.

Halaman Selanjutnya
img_title