UMY Bentuk Tim Respons Siber, Resmi Terdaftar di BSSN
- Humas UMY
Sementara itu, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN, Agus Prasetyo, S.Kom., M.M., mengungkapkan bahwa sektor pendidikan belakangan menjadi sasaran serangan siber, termasuk kebocoran data. Ia menyebut dalam sepekan terakhir terdapat sedikitnya 15 perguruan tinggi yang terdampak insiden serupa dan mendapat pendampingan dari BSSN.
Menurut Agus, keberadaan CSIRT di setiap institusi menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan respons cepat, meminimalkan dampak serangan, serta mempercepat proses pemulihan sistem. Ia menegaskan bahwa keamanan siber bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Registrasi resmi CSIRT UMY, lanjutnya, menjadi langkah penting dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan insiden yang terkoordinasi. Ia berharap semakin banyak perguruan tinggi membentuk tim serupa guna memperkuat ketahanan siber nasional.
Dengan terbentuknya CSIRT dan pengakuan dari BSSN, UMY menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas data akademik serta menciptakan lingkungan digital kampus yang aman di tengah pesatnya transformasi teknologi.