Lawan Inflasi Tak Bisa Seragam, BI Tegal Petakan Kekuatan Pangan Tiap Daerah

Media Briefing BI di Kota Pekalongan
Sumber :
  • Viva Jogja

PEKALONGAN, VIVA Jogja –Pengendalian inflasi ternyata tidak bisa dilakukan dengan satu resep yang sama di setiap daerah.

img_title Pleret Kembangkan Pertanian Modern Berbasis IoT untuk Ketahanan Pangan dan Wisata Edukasi

Bank Indonesia (BI) Tegal memilih pendekatan berbeda dengan memetakan kekuatan pangan masing-masing wilayah di eks-Keresidenan Pekalongan untuk memperkuat pasokan dari tingkat hulu.

Strategi ini ditempuh karena setiap daerah memiliki karakteristik pertanian, komoditas unggulan, hingga persoalan pasokan yang berbeda.

img_title Penanaman Bawang Putih Serentak di Batang, Polresta Dukung Program Swasembada Nasional

Dengan pemetaan tersebut, intervensi pengendalian inflasi diarahkan pada komoditas yang paling potensial untuk dikembangkan di masing-masing wilayah.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengatakan penguatan sektor hulu menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga pangan.

img_title Lahan Eks Rob Pekalongan Disulap Jadi Sawah Produktif, 56 Hektare Kini Digarap Petani

“Di sisi hulu, kita melakukan penguatan pasokan. Kita melihat karakteristik di masing-masing daerah, apa yang perlu kita perkuat,” kata Bimala dalam media briefing di Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, menjaga harga tidak cukup hanya dilakukan ketika komoditas sudah berada di pasar.

Pasokan harus dipastikan sejak proses produksi agar gejolak harga dapat ditekan ketika permintaan meningkat.

Salah satu contoh pendekatan tersebut diterapkan di Kota Pekalongan.

Lahan yang sebelumnya terdampak rob dan tidak produktif selama sekitar 10 tahun kini mulai kembali dimanfaatkan untuk pertanian.

Setelah kawasan tersebut mengering pascapembangunan tanggul laut, BI Tegal bersama pemerintah daerah mendorong pemanfaatannya sebagai lahan pangan.

Program yang dimulai sejak akhir 2024 itu menggunakan varietas padi Biosalin yang dikembangkan untuk kondisi lahan dengan tingkat salinitas tertentu.

Lahan yang sebelumnya menjadi persoalan bagi masyarakat kini mulai menghasilkan panen.

Pemanfaatan tersebut sekaligus membuka peluang baru untuk memperkuat pasokan beras dari wilayah pesisir.

Tiap Daerah Punya Senjata Berbeda

Strategi serupa diterapkan dengan menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

Kabupaten Brebes diarahkan pada penguatan komoditas bawang merah. Intervensinya mencakup penguatan rantai pasok serta peningkatan kapasitas kelompok tani.

Sementara Kabupaten Batang difokuskan pada peningkatan produksi cabai.

Komoditas ini menjadi salah satu perhatian karena perubahan pasokannya dapat berpengaruh terhadap pergerakan harga pangan.

Di Kabupaten Pemalang, BI Tegal mendorong penguatan produksi beras melalui dukungan sarana produksi di Kecamatan Belik.

Halaman Selanjutnya
img_title