Bukan Lagi Sekadar Jualan, Pelaku Usaha Ultra Mikro Mulai Dihadapkan pada Tantangan Dunia Digital
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Membuat produk bukan lagi satu-satunya pekerjaan pelaku usaha ultra mikro. Setelah barang selesai diproduksi, muncul persoalan lain yang tak kalah penting, bagaimana produk ditemukan calon pembeli di tengah persaingan yang semakin ramai di ruang digital.
Perubahan itu membuat kemampuan menggunakan internet mulai memiliki peran dalam perjalanan usaha masyarakat.
Gambaran tersebut terlihat dari kegiatan di Ruang Pintar Sinar Mentari, Solo, yang kini mendapatkan akses Internet Rakyat melalui kolaborasi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE).
Namun, persoalannya bukan sekadar tersedianya koneksi internet.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan pelaku usaha perlu memanfaatkan akses digital untuk mencari pengetahuan sekaligus membaca peluang pasar.
“Internet bukan hanya membuka akses, tetapi juga membuka cakrawala,” kata Dodot, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, internet dapat digunakan nasabah untuk mempelajari berbagai hal, menemukan peluang pasar yang lebih luas hingga memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang.
Tantangan tersebut semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Dodot menyebut teknologi tersebut sudah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan usaha, mulai mencari ide, membuat materi promosi hingga membantu mengembangkan produk.
“Teknologi juga berkembang dengan hadirnya AI yang bisa membantu usaha, mulai dari mencari ide, membuat materi promosi, sampai mengembangkan produk,” ujarnya.
Perubahan cara berjualan itu membuat kemampuan digital semakin relevan bagi usaha ultra mikro. Produk yang sebelumnya dipasarkan secara terbatas kini memiliki peluang dikenalkan melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, pemanfaatan TikTok dan AI juga diperkenalkan sebagai bagian dari pembelajaran digital bagi masyarakat.
Tetapi semakin luas ruang digital yang bisa dimanfaatkan, semakin besar pula risiko yang harus dihadapi.
Dodot mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi maupun tawaran yang beredar di internet.
“Ibu-ibu nasabah PNM Mekaar juga harus berhati-hati menggunakan internet. Jangan mudah percaya pada informasi, tautan, atau tawaran yang tidak jelas,” katanya.
Ia menilai teknologi tidak selalu memberikan manfaat apabila digunakan tanpa pemahaman yang memadai.