Pencarian 13 Hari Ditutup, Ayah Yasid Firdaus Berdiri Diam di Bukit Mongkrang
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Operasi pencarian terhadap pendaki hilang Yasid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, resmi dihentikan setelah berlangsung selama 13 hari.
Keputusan itu diumumkan di Pos Komando Pencarian pada sore hari. Di samping petugas Basarnas, ayah korban, Sapto Mulyadi (53), berdiri tanpa berkata apa pun. Saat pengumuman disampaikan, Sapto hanya menganggukkan kepala.
Pengumuman penutupan Operasi SAR disampaikan langsung oleh Kasubsie Operasi Basarnas Surakarta, Basuki, di hadapan relawan, petugas gabungan, serta unsur terkait lainnya.
Selama pernyataan dibacakan, Sapto tetap berada di sisi petugas Basarnas hingga pengumuman selesai.
Tidak ada pernyataan yang disampaikan dari pihak keluarga setelah itu. Sapto juga tidak segera meninggalkan lokasi. Sikap diam dan anggukan kepala menjadi satu-satunya respons yang terlihat dari ayah pendaki yang dinyatakan hilang tersebut.
Basuki menjelaskan, keputusan penghentian Operasi SAR diambil setelah seluruh rangkaian pencarian dilakukan sejak hari pertama tanpa menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.
“Dari hari pertama hingga hari ke-13 pencarian, tidak ada tanda-tanda atau petunjuk yang dapat menunjukkan kepada kita semua ke mana saudara kita, Firdaus. Oleh karena itu, pada sore hari ini Operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujar Basuki.
Menurutnya, seluruh upaya pencarian telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan berbagai unsur, namun kondisi di lapangan belum memberikan hasil yang diharapkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menyatakan penutupan Operasi SAR merupakan hasil evaluasi bersama yang melibatkan Basarnas, BPBD, relawan, pengelola kawasan, serta keluarga korban.
“Kami informasikan bahwa pencarian pendaki di Bukit Mongkrang hingga hari ke-13 belum membuahkan hasil. Berdasarkan koordinasi bersama Basarnas, relawan, pengelola, dan keluarga, Operasi SAR dinyatakan ditutup. Ke depan, pencarian dapat dilakukan secara mandiri, dan apabila ditemukan titik-titik mencurigakan, Operasi SAR bisa dibuka kembali,” kata Hendro.
Hendro menambahkan, untuk sementara waktu aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang ditutup demi alasan keselamatan.
Selama 13 hari pencarian, puluhan relawan dan petugas gabungan bahu membahu melakukan upaya pencarian tanpa henti.