Guguran Lava dan Awan Panas Merapi Terus Teramati

Luncuran awan panas Merapi teramati pagi ini
Sumber :
  • Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

SLEMAN,  VIVA Jogja - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens pada Selasa (09/06/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat adanya awan panas guguran yang terjadi pada pukul 08.59 WIB dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter. Guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 26,96 mm dengan durasi 136,83 detik, meluncur ke arah barat daya tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih. Peristiwa ini menambah daftar aktivitas vulkanik yang terus dipantau secara ketat oleh tim pengawas gunung api.

img_title Awan Panas Merapi Meluncur 2 Kilometer Pagi ini

Selain awan panas, BPPTKG juga melaporkan sembilan kali guguran lava yang mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter. Aktivitas ini teramati sepanjang periode pengamatan dini hari hingga pagi, tepatnya pukul 00.00–06.00 WIB. Catatan kegempaan menunjukkan adanya 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–10 mm dan durasi antara 42,08 hingga 170,03 detik. Sementara itu, aktivitas gempa hybrid atau fase banyak juga cukup menonjol, tercatat sebanyak 21 kali dengan amplitudo 2–35 mm, S-P 0,4–0,7 detik, serta durasi 21,33–51,43 detik. Data ini menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung aktif di dalam tubuh gunung.

Secara visual, kondisi Gunung Merapi pada hari itu terpantau jelas meski sesekali tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal, menjulang hingga 75 meter dari puncak. Cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga mendung, dengan angin tenang bertiup ke arah timur. Suhu udara tercatat berkisar antara 14,1–18 derajat Celsius, kelembaban mencapai 89–89,9 persen, dan tekanan udara berada di rentang 874,7–918 mmHg. Kondisi meteorologi ini turut memengaruhi dinamika aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.

img_title Guguran Lava dan Awan Panas Merapi Terus Teramati

BPPTKG menegaskan bahwa status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya yang diantisipasi meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, khususnya di Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak. Rekomendasi ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung.

Halaman Selanjutnya
img_title