Literasi Digital Jadi Benteng Utama Hadapi Era Post-Truth
- Humas Pemda DIY
Untuk menjawab tantangan tersebut, Eko menyampaikan tiga arahan strategis, memperkuat kemitraan lintas sektor, pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan swasta dalam pengembangan literasi digital.
Meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, termasuk kelompok rentan dan generasi muda, terhadap etika bermedia, verifikasi informasi, dan perlindungan data pribadi, serta menjadikan literasi digital sebagai agenda prioritas nasional, sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dalam memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman disinformasi.
Eko juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya digital yang sehat dan produktif, dengan sikap terbuka, kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia.
“Kolaborasi lintas sektoral akan mempercepat peningkatan literasi digital nasional. Semakin tinggi indeksnya, semakin kuat pula ketahanan masyarakat terhadap hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi opini publik,” tutup Eko.