Tim UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir di Bener Meriah

UGM pasang EWS di Bener Meriah Aceh
Sumber :
  • Dok UGM

VIVA Jogja -  Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bener Meriah pada akhir Desember 2025 kembali memicu luapan sungai dan merendam permukiman warga di Desa Lampahan Timur dan Induk, Kecamatan Timang Gajah. Ancaman banjir susulan yang terus menghantui masyarakat akhirnya dijawab dengan langkah nyata oleh tim Universitas Gadjah Mada (UGM).

img_title RI Rencanakan Pembangunan PLTN, UGM Siap Dukung dari Sisi SDM

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang didukung hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tim UGM memasang Early Warning System (EWS) Bencana Banjir di Lampahan Timur. Program ini diketuai oleh Dr Sc Adhy Kurniawan, dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, bekerja sama dengan Pusat Studi Energi (PSE UGM) dan Universitas Teuku Umar.

Adhy menjelaskan, sistem EWS dirancang mandiri energi dengan panel surya, dilengkapi sensor ketinggian muka air, CCTV pemantauan sungai, serta sirine peringatan. “Lokasi pemasangan dipilih berdasarkan kejadian banjir susulan akhir 2025 di Lampahan Timur,” katanya.

img_title Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Informal, Ekonom UGM Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan

Perjalanan menuju lokasi bukan tanpa tantangan. Sebanyak 31 paket kargo peralatan dikirim bertahap dari Yogyakarta ke Aceh. “Dari Banda Aceh ke Bireuen bisa enam jam, lalu ke Bener Meriah enam jam lagi. Akses jalan dan cuaca cukup berat,” ujar Adhy. Setelah seluruh peralatan tiba, tim merakit dan memasang EWS pada 2 Januari 2026, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Cara kerja sistem ini sederhana: sensor membaca fluktuasi muka air sungai, lalu mengirimkan data ke sistem. Jika ketinggian air melewati ambang batas, sirine otomatis berbunyi. Dua pengeras suara dipasang menghadap ke arah berbeda agar peringatan terdengar luas. CCTV juga memungkinkan pemantauan visual sungai secara berkala. “Harapannya, warga segera paham tanda sirine dan bersiap mengamankan barang-barang penting,” jelas Adhy.

img_title Trauma Kompleks pada Dewasa Muda: Saat Rumah Tak Lagi Menjadi Ruang Aman

Pemasangan di Bener Meriah menjadi yang ketiga dilakukan tim UGM di Aceh. Sebelumnya, EWS telah dipasang di Pulau Simeulue pada 2024 melalui program Kosabangsa, serta di Meulaboh pada 2025. Menurut Adhy, penentuan lokasi biasanya menjadi tantangan utama, namun kali ini berjalan lancar. “Alhamdulillah, lokasi cepat ditentukan dan penempatan alatnya lancar. Peralatan utama kami bawa dari Jogja, di sini hanya beli tiang pendukung,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title