UGM dan Maluku Utara Jalin Kolaborasi Penguatan SDM
- Humas UGM
Sherly juga memaparkan bahwa Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional, mencapai 39 persen. Namun, pertumbuhan tersebut belum inklusif. Tantangan utama masih pada kesiapan SDM lokal. Kawasan industri di Halmahera Tengah, misalnya, menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, tetapi pekerja lokal baru sekitar 30 ribu orang. “Penguatan kapasitas SDM lokal menjadi pekerjaan penting agar masyarakat dapat mengambil peran lebih besar,” ujarnya.
Selain itu, Sherly menekankan potensi besar Maluku Utara dalam hilirisasi nikel dan industri baterai kendaraan listrik. Provinsi ini menyumbang 50 persen produksi nikel Indonesia, sementara Indonesia memasok 40 persen kebutuhan nikel dunia. “Kami ingin menyiapkan ekosistem pendidikan dan riset bersama UGM agar potensi besar ini dapat dikelola berkelanjutan,” katanya.
Sherly juga menyoroti persoalan bahan pangan bagi kawasan industri. Saat ini, 80 persen kebutuhan pangan masih didatangkan dari luar Maluku Utara. Ia menilai sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama. “Kami ingin petani dan nelayan lokal terlibat sehingga perputaran ekonomi dapat dinikmati masyarakat Maluku Utara,” tegasnya.