Tak Perlu Makanan, Begini Cara Keeper Solo Safari Membujuk Orang Utan Didi Pulang

Orang Utang kolejsi Solo Safari Lepas dari kandang
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram/VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Orang utan Didi ternyata tidak perlu dibujuk menggunakan makanan saat petugas Solo Safari mengamankannya setelah sempat keluar dari eksibit.

img_title Jumenengan PB XIV Hangabehi Bukan Sekadar Seremoni, LDA Ungkap Makna Adat dan Hukum

Satwa jantan berusia sekitar 30 tahun itu justru disebut kooperatif ketika didekati dan dipanggil oleh animal keeper yang sehari-hari merawatnya.

Kurator Solo Safari, Muhammad Nur Hidayanto atau akrab disapa Tanto, mengatakan kedekatan antara keeper dan Didi menjadi salah satu faktor yang membantu proses pengamanan berlangsung cepat.

img_title 56 Kali Water Bombing, 28 Ribu Liter Air Diguyurkan ke TPA Putri Cempo

"Didi ini behavior-nya cukup baik. Jadi kooperatif," kata Tanto, Rabu (19/8/2026). 

Menurut dia, saat tim mendekati Didi, satwa tersebut tidak menunjukkan perilaku agresif ataupun berusaha melarikan diri.

img_title Menjelang Naik Tahta, Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan di Keraton Surakarta

Bahkan, Didi disebut langsung merespons ketika dipanggil oleh keeper.

"Enggak, dia dipanggil saja sudah tahu," ujar Tanto.

Tanto menjelaskan, respons tersebut tidak muncul begitu saja. Didi telah menjalani proses training and conditioning sehingga terbiasa berinteraksi dengan manusia yang merawatnya.

Dalam perawatan satwa primata, proses tersebut menjadi bagian penting untuk membangun respons dan perilaku yang kooperatif ketika keeper melakukan pemeriksaan maupun penanganan.

"Kalau hewan tidak di-training and conditioning, biasanya takut sama orang, lari dan sebagainya. Tapi Didi sudah lama dan dia sangat kooperatif," katanya.

Didi juga sudah mengenali keeper yang setiap hari berinteraksi dengannya. Menurut Tanto, kontak mata dan kebiasaan interaksi membuat Didi memahami ketika keeper datang menghampirinya.

Kondisi itu terlihat ketika Didi berada di luar eksibit. Tim tidak membutuhkan waktu lama untuk mengamankannya.

Setelah ditemukan di area luar sekitar pukul 15.10 WIB, Didi berhasil dibawa kembali ke enclosure sekitar pukul 15.30 hingga 15.40 WIB.

Tanto mengatakan proses tersebut ditangani oleh tim yang memang memiliki pengalaman dalam menangani satwa primata.

Ia menegaskan keselamatan masyarakat dan satwa tetap menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut.

Setelah dikembalikan ke eksibit, kondisi Didi disebut sehat dan tidak mengalami kendala.

Kejadian tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi Solo Safari untuk terus meningkatkan pemantauan terhadap perilaku Didi dan satwa primata lainnya.

Menurut Tanto, orang utan memiliki kemampuan belajar yang tinggi sehingga keeper juga harus terus mempelajari perubahan perilaku satwa dari hari ke hari.

Halaman Selanjutnya
img_title