Didi Orang Utan Solo Safari Sempat Keluar dari Eksibit, Ini Kronologinya

Orang Utang kolejsi Solo Safari Lepas dari kandang
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram/VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Orang utan jantan bernama Didi sempat keluar dari eksibitnya di Solo Safari. Satwa berusia sekitar 30 tahun itu diketahui berada di area luar setelah petugas melakukan pengecekan rutin pada Rabu sore.

img_title HIMKI Bidik Ekspor Furniture US$6 Miliar, Kemendag Siapkan TEI 2026 untuk Buru Buyer Global

Kurator Solo Safari, Muhammad Nur Hidayanto atau akrab disapa Tanto, mengatakan pengecekan terakhir terhadap Didi dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB.

Setelah itu, petugas kembali melakukan pemeriksaan pada pukul 15.00 WIB dan mendapati Didi sudah tidak berada di dalam eksibit.

img_title Tak Perlu Makanan, Begini Cara Keeper Solo Safari Membujuk Orang Utan Didi Pulang

"Kurang lebih kemarin kita melakukan prosedur per setengah jam. Terakhir pengecekan itu pukul 14.30. Kemudian pukul 15.00 kita melakukan pengecekan lagi, sudah tidak ada di enclosure atau exhibit," kata Tanto pada wartawan, Rabu (19/8/2026). 

Petugas kemudian melakukan pencarian di area internal Solo Safari. Sekitar pukul 15.10 WIB, tim memperoleh informasi bahwa Didi berada di area luar.

img_title Terungkap Dugaan Cara Orang Utan Didi Bisa Lolos dari Pengamanan Solo Safari

Menurut Tanto, tim langsung melakukan pengamanan. Sekitar pukul 15.30 hingga 15.40 WIB, Didi berhasil dibawa kembali ke enclosure.

"Jadi kita langsung amankan. Pukul 15.30 sampai 15.40 sudah kita bawa kembali ke enclosure atau exhibit," ujarnya.

Tanto memastikan kondisi Didi setelah kembali ke eksibit dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan kendala pada kondisi satwa tersebut.

Ia menjelaskan, pengamanan eksibit orang utan di Solo Safari menggunakan beberapa lapisan. Sistem tersebut terdiri dari gatters, electric fence, pulau, hingga danau yang menjadi bagian dari desain habitat satwa.

Menurut dia, hasil pemeriksaan terhadap peralatan pengamanan juga menunjukkan seluruh sistem dalam kondisi normal.

"Semua kita sudah cek, peralatan semuanya normal," kata Tanto.

Didi disebut memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi. Karakter tersebut dinilai menjadi salah satu bagian dari perilaku alamiah orang utan yang perlu terus dipelajari oleh pengelola satwa.

Solo Safari pun akan meningkatkan pemantauan terhadap perilaku Didi sekaligus mengevaluasi sistem pengamanan eksibit agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Tanto menegaskan evaluasi tidak hanya dilakukan setelah muncul kejadian. Untuk satwa primata, pengamatan dan evaluasi perilaku dilakukan secara rutin, termasuk terhadap enrichment atau fasilitas pengayaan yang diberikan kepada satwa.

Halaman Selanjutnya
img_title