Terungkap Dugaan Cara Orang Utan Didi Bisa Lolos dari Pengamanan Solo Safari
- Ist/VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Orang utan Didi sempat keluar dari eksibit Solo Safari meski satwa jantan berusia sekitar 30 tahun itu berada di habitat dengan sistem pengamanan berlapis.
Pengelola Solo Safari memastikan tidak menemukan kerusakan pada peralatan pengamanan setelah kejadian tersebut. Dugaan cara Didi melewati pengamanan kini menjadi bagian dari evaluasi terhadap perilaku satwa.
Kurator Solo Safari, Muhammad Nur Hidayanto atau akrab disapa Tanto, menjelaskan eksibit orang utan dilengkapi sejumlah lapisan pengamanan. Di antaranya gatters, electric fence, pulau, hingga danau.
Menurut Tanto, seluruh peralatan tersebut telah diperiksa dan dinyatakan berfungsi normal.
"Semua kita sudah cek, peralatan semuanya normal," kata Tanto, Rabu (19/8/2026).
Termasuk electric fence. Tanto memastikan sistem tersebut tetap aktif dan tidak mengalami kerusakan ketika Didi diketahui berada di luar eksibit.
Ia juga membantah anggapan bahwa Didi meniru keeper untuk mematikan aliran listrik.
"Kalau kita bilang kemarin ada statement dia meniru keeper melepas elektrik, itu enggak benar. Elektrik itu enggak dilepas. Yang bisa mengoperasikan itu hanyalah manusia," ujarnya.
Lantas bagaimana Didi bisa melewati pengamanan tersebut?
Tanto mengatakan ada kemungkinan Didi memanfaatkan benda yang berada di lingkungan sekitarnya. Salah satu kemungkinan yang sedang dipelajari adalah penggunaan ranting atau benda lain yang dapat mengganggu fungsi electric fence.
"Dia tahu kalau ranting itu bisa nge-grounding elektrik. Dia itu bisa mengubur, terus memasukkan itu," kata Tanto.
Namun, Tanto menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai cara yang digunakan Didi saat keluar dari eksibit.
Menurut dia, kemampuan belajar orang utan memang menjadi salah satu hal yang harus terus dipelajari oleh pengelola satwa. Didi disebut memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu mempelajari benda maupun kondisi di sekitarnya.
Karakter tersebut membuat pengelola tidak hanya melakukan evaluasi terhadap kondisi fisik kandang, tetapi juga terhadap perilaku Didi.
"Karena memang harus dia belajar tiap hari, kita pun juga belajar tiap hari," ujar Tanto.
Tanto menambahkan, kejadian tersebut tidak berarti sistem pengamanan sebelumnya tidak sesuai prosedur. Pemeriksaan rutin tetap dilakukan setiap pagi sebelum satwa dilepas ke eksibit, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan berkala.