Mahasiswa Universitas Maryland Belajar Eco-Wisata Net Zero Emisi di Gunungkidul

Kunjungan akademika Universitas Maryland, Amerika Serikat
Sumber :
  • Istimewa

GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja – Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, menjadi panggung pembelajaran internasional ketika rombongan mahasiswa pascasarjana dan dosen dari Universitas Maryland, Amerika Serikat, berkunjung pada Jumat (16/01/2026). Sebanyak 18 peserta yang dipimpin oleh Profesor Thomas Hilde, Ph.D., datang untuk menyaksikan langsung bagaimana masyarakat desa mampu menerjemahkan komitmen global pembangunan berkelanjutan ke dalam praktik nyata mitigasi perubahan iklim.

img_title Kolaborasi Multipihak Menguatkan Koperasi Desa Merah Putih untuk Ekspor Herbal Sri Agung ke Timur Tengah

Kunjungan ini difasilitasi oleh Yayasan Griya Jati Rasa, lembaga yang selama ini aktif menggerakkan transformasi ekonomi hijau berbasis masyarakat. Program kunjungan diberi nama Laku Nyawiji Wono Glagah, sebuah konsep yang memadukan konservasi hutan, tradisi lokal, dan pemberdayaan ekonomi desa. Giricahyo dipilih karena lebih dari 70 persen wilayahnya berupa hutan, menjadikannya laboratorium hidup bagi pengembangan eco-wisata menuju target net zero emisi tahun 2030.

Perubahan iklim sendiri merupakan tujuan ke-13 dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Meski berada di urutan ke-13, dampaknya bersinggungan langsung dengan ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, hingga kemiskinan akibat bencana. Banjir bandang di Sumatera dan berbagai bencana di Jawa menjadi contoh nyata betapa perubahan iklim menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Yayasan Griya Jati Rasa menilai desa memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut. Melalui kemitraan dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, swasta, dan komunitas pemuda, yayasan ini mengembangkan program mitigasi perubahan iklim di berbagai wilayah, termasuk Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Papua.

img_title BNI dan Mimpi Menjadi Bank Global: Seberapa Jauh Indonesia Bisa Menembus Panggung Finansial Dunia?

Giricahyo sendiri memiliki kekayaan tradisi yang erat dengan alam. Budaya padusan dalam ritual rosul sedekah masih dijalankan untuk merawat ratusan pohon jati berusia ratusan tahun di Hutan Glagah. Meski telaga di sekitar hutan telah mengering, warga tetap menjaga pohon-pohon sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah kagungan dalem atau sultan ground. Nilai budaya ini memberi pengalaman mendalam bagi tamu internasional yang hadir.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan perjalanan dari Joglo Mbah Gendruk menuju Hutan Glagah. Di sana, para tamu menanam bibit pohon nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang diharapkan mampu memulihkan sumber air sekaligus menjadi sumber bioenergi. Suasana penuh kebersamaan terasa ketika warga dan tamu bergandengan tangan menanam pohon, seolah menegaskan bahwa upaya menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Hanif Sudibyo, Peneliti UGM Perkuat Peran Indonesia dalam Laporan Global Mitigasi Iklim