Komisi VIII DPR RI Serahkan Bantuan Bencana di Sleman
- Pemkab Sleman
SLEMAN, VIVA Jogja – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima dukungan logistik kebencanaan dari Komisi VIII DPR RI bersamaan dengan kunjungan kerja spesifik yang digelar di Ruang Rapat Sembada, Kantor Setda Sleman. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Singgih Januratmoko, kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Sosial RI berupa buffer stock logistik senilai Rp178,8 juta, serta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa paket sembako, makanan siap saji, selimut, matras, masker, hingga peralatan pendukung seperti chain saw dan sandbag. Dukungan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan Sleman menghadapi potensi bencana, mulai dari erupsi Gunung Merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Dalam sambutannya, Singgih menegaskan bahwa penanggulangan bencana menjadi salah satu fokus utama Komisi VIII DPR RI. Selain menyerahkan bantuan, pihaknya juga ingin memastikan kesiapan Sleman dalam menghadapi ancaman bencana yang kerap melanda wilayah ini.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berhenti pada respons saat bencana terjadi, tetapi juga harus dibangun melalui penguatan kapasitas masyarakat. “Sebanyak 86 kalurahan di Sleman telah ditetapkan sebagai Kalurahan Tangguh Bencana. Ini adalah wujud nyata bahwa masyarakat didorong untuk memahami risiko, mengenali jalur evakuasi, dan memiliki kemampuan dasar mitigasi,” ujarnya.
Harda menambahkan, Pemkab Sleman juga mengembangkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana agar kesadaran kebencanaan tertanam sejak dini. Selain itu, komunitas relawan yang jumlahnya mencapai ribuan orang terus diperkuat untuk mendukung penanganan di wilayah rawan.
Seiring perkembangan teknologi, Sleman kini memanfaatkan aplikasi berbasis digital SIMANTAB (Sistem Informasi Sleman Tanggap Bencana) yang dikelola BPBD. Aplikasi ini menjadi sarana pemantauan dan koordinasi cepat dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama Sekda Sleman, Susmiarto, memaparkan kondisi kesiapsiagaan bencana di tingkat provinsi dan kabupaten. Paparan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat dalam membangun sistem mitigasi yang tangguh.