Solidaritas Orang Tua Murid Bantu Perbaikan Sekolah Rusak

Proses perbaikan SMPN 2 Kalasan
Sumber :
  • Istimewa

SLEMAN, VIVA Jogja – Paguyuban Orang Tua (POT) Kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah dengan menyalurkan bantuan dana untuk perbaikan atap Masjid Al Huda. Masjid tersebut mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Kalasan pada Sabtu sore, 31 Januari 2026.

img_title Bupati Sleman Tegaskan ASN Tetap Layani Masyarakat, Belum terapkan WFH

Bantuan diserahkan langsung oleh Koordinator POT Kelas 7, Yudiati Ratih Prasasti, bersama jajaran pengurus kepada Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo, pada Rabu, 4 Februari 2026. Yudiati menjelaskan bahwa dana bantuan sebesar Rp700 ribu berasal dari sebagian infak orang tua murid kelas 7 yang terkumpul saat kegiatan pengajian rutin pada 10 Januari 2026. Total infak yang berhasil dihimpun saat itu mencapai Rp1.226.000, sementara sisa saldo sebesar Rp566 ribu akan digunakan untuk kegiatan pengajian rutin dan aktivitas sosial keagamaan lainnya.

Menurut Yudiati, bantuan tersebut difokuskan untuk memperbaiki atap masjid lantai dua yang mengalami kebocoran. Meski kerusakan tidak separah beberapa fasilitas sekolah lainnya, kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin parah jika tidak segera ditangani. POT menyadari bahwa prioritas sekolah dan Pemerintah Kabupaten Sleman saat ini adalah memperbaiki fasilitas belajar yang rusak berat, sehingga orang tua murid berinisiatif membantu perbaikan masjid agar tetap aman digunakan untuk beribadah. “Ini adalah wujud kepedulian orang tua murid kelas 7 atas musibah yang terjadi. Kami berkomitmen mendukung program sekolah dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujarnya.

img_title Wabup Sleman Pastikan Layanan Publik Normal Pasca Libur Lebaran

Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih, semoga menjadi amal jariyah. Bantuan ini akan segera kami gunakan sesuai amanah untuk perbaikan atap masjid,” katanya.

Hadi juga menjelaskan perkembangan pascaperbaikan fasilitas sekolah. Setelah dilakukan perbaikan atap dan pengecekan instalasi listrik, sebagian besar ruang kelas sudah dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar mulai Rabu, 4 Februari 2026. Namun, kelas 8A dan 8B yang mengalami kerusakan cukup parah masih dialihkan ke ruang lain. Kelas 8A sementara menempati gedung baru di samping aula, sedangkan kelas 8B menggunakan laboratorium IPA lantai bawah. Untuk sementara, kegiatan ekstrakurikuler kelas 7 dan 8 belum dilaksanakan sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Sleman Optimistis Sambut Gelombang Wisatawan Lebaran 2026