Lonjakan Wisata di Libur Lebaran, Waspada Problem Sampah

Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM, Dr Destha Titi Raharjana
Sumber :
  • DOK UGM

Meski jumlah kunjungan meningkat, perilaku belanja wisatawan diperkirakan tidak terlalu tinggi. Destha menilai daya beli masyarakat masih rendah, sehingga banyak wisatawan memilih aktivitas gratis di ruang publik, menginap di hotel budget atau homestay, serta melakukan perjalanan singkat one-day trip. “Wisatawan tahun ini lebih selektif. Mereka tetap akan belanja kuliner dan oleh-oleh, tapi tidak semua rela mengeluarkan biaya besar,” katanya.

img_title Gotong Royong Wujudkan Kota Yogya Bebas Sampah

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama pengelola destinasi diharapkan memperkuat koordinasi dalam menjaga kebersihan. Penyediaan tempat sampah, edukasi kepada pengunjung, serta pengelolaan limbah menjadi kunci agar Jogja tetap nyaman dikunjungi. “Kebersihan adalah bagian dari pelayanan. Jika wisatawan merasa nyaman, mereka akan kembali lagi. Tapi jika yang tersisa hanya sampah, citra Jogja bisa rusak,” tutup Destha.

Lonjakan wisata di libur Lebaran 2026 memang menjadi berkah sekaligus ujian. DIY dituntut tidak hanya mampu menampung jutaan pengunjung, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan agar tetap lestari. Harapannya, wisatawan dapat menikmati keindahan Jogja dengan penuh kenangan, tanpa meninggalkan jejak sampah yang merusak wajah kota budaya ini.

img_title Perguruan Tinggi Dorong Inovasi Energi dari Sampah Organik

 

 

img_title Keterbatasan Anggaran dan Dampak Berlanjutnya Open Dumping dalam Pengelolaan Sampah