Sampah LIburan Terkendali berkat Gerakan Mas JOS
- Istimewa
Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Sejumlah komunitas lingkungan di Yogyakarta turut aktif mengkampanyekan Gerakan Mas JOS melalui media sosial dan aksi nyata di lapangan. Misalnya, komunitas pemuda di Gondokusuman menggelar aksi bersih-bersih pasca salat Idulfitri, sementara kelompok ibu-ibu PKK di Kotabaru mengedukasi warga tentang pemilahan sampah rumah tangga.
Wisatawan pun ikut berkontribusi. Di kawasan Malioboro, sejumlah pengunjung terlihat memanfaatkan tempat sampah terpilah yang disediakan. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana sampah plastik dan sisa makanan sering menumpuk di trotoar. “Sekarang lebih tertib. Kami lihat banyak wisatawan yang sadar untuk membuang sampah di tempatnya,” ujar salah satu petugas kebersihan, Suryanto.
DLH berharap keberhasilan pengendalian sampah selama Lebaran dapat menjadi model berkelanjutan. “Per hari ini kondisi sudah kembali stabil seperti hari reguler. Kami ingin Gerakan Mas JOS tidak hanya dijalankan saat Lebaran, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat,” pungkas Rajwan.
Dengan capaian ini, Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan wisatawan. Gerakan Mas JOS menjadi bukti bahwa kesadaran kolektif mampu menjaga kebersihan kota, bahkan di tengah lonjakan aktivitas liburan.