Merapi Masih Siaga, Guguran Lava dan Awan Panas Terus Teramati

Gunung Merapi di perbatasan DIY- Jateng terus mengeluarkan guguran awan panas
Sumber :
  • Dok jogja.viva.co.id

 

img_title Aktivitas Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 2 Kilometer

YOGYAKARTA, VIVA Jogja  - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas signifikan dalam periode pengamatan 18–19 April 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa gunung setinggi 2.968 mdpl ini masih berada pada Level III atau Siaga, dengan potensi bahaya berupa guguran lava, awan panas guguran, serta lontaran material vulkanik.

Dalam laporan aktivitas terbaru pada 19 April 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Merapi terpantau berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar 21,8–26,1 °C dan kelembaban mencapai 98 persen. Angin bertiup lemah ke arah utara. Secara visual, puncak gunung tertutup kabut dengan intensitas 0–III, sementara asap kawah tidak teramati. Aktivitas kegempaan mencatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 44 mm dan durasi lebih dari dua menit, serta 22 kali guguran lava dengan amplitudo 2–18 mm. Guguran awan panas teramati meluncur ke arah Kali Sat/Putih sejauh 1.700 meter. Selain itu, terjadi 12 kali gempa hybrid, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan aktivitas kegempaan lain yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung.

img_title BPBD Sleman Siaga titik api di lereng Merapi akibat Erupsi

Sehari sebelumnya, pada 18 April 2026, aktivitas Merapi juga cukup tinggi. Dalam periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, tercatat 117 kali guguran lava dengan amplitudo 12–20 mm dan durasi hingga 215 detik. Guguran lava teramati meluncur ke arah barat daya, khususnya Kali Krasak dan Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Selain itu, terjadi 96 kali gempa hybrid, 15 kali gempa vulkanik dangkal, serta tiga kali gempa tektonik jauh. Visual gunung pada periode tersebut menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, mencapai ketinggian 20–100 meter di atas puncak.

Pada periode pengamatan 12.00–18.00 WIB di hari yang sama, aktivitas kegempaan masih intens dengan 24 kali guguran lava, 33 kali gempa hybrid, dan enam kali gempa vulkanik dangkal. Sementara pada periode 18.00–24.00 WIB, tercatat 22 kali guguran lava, 19 kali gempa hybrid, tiga kali gempa vulkanik dangkal, serta tiga kali gempa tektonik jauh. Guguran lava kembali teramati mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Kondisi visual menunjukkan gunung jelas hingga kabut intensitas 0–III, tanpa asap kawah.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Guguran Lava dan Awan Panas Masih Terjadi, Merapi Bertahan di Level III Siaga