Kampus dan Risiko Penularan Super Flu
- Humas UMY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Mobilitas tinggi dan intensitas interaksi di lingkungan kampus menjadikannya salah satu ruang yang paling rentan terhadap penyebaran penyakit menular, termasuk super flu. Dokter spesialis penyakit dalam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Agus Widyatmoko menekankan bahwa kewaspadaan kolektif civitas academica adalah kunci utama untuk mencegah meluasnya penularan virus di ruang pendidikan.
Dalam kegiatan Kampus Sehat Menyapa yang digelar UMY secara daring pada Kamis (08/01/2026), Agus menjelaskan bahwa kampus memiliki karakteristik sosial yang khas. Aktivitas tatap muka yang padat, mobilitas mahasiswa yang tinggi, serta jejaring pergaulan yang luas berpotensi mempercepat penyebaran infeksi saluran pernapasan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran kesehatan yang baik.
“Mahasiswa memiliki mobilitas yang tinggi, jejaring pergaulan yang luas, dan sering berpindah dari satu ruang ke ruang lain. Kondisi ini membuat lingkungan kampus memiliki risiko tersendiri jika tidak disertai kesadaran kesehatan yang baik,” ujarnya.
Agus menambahkan, dalam lingkungan yang padat seperti kampus, kecepatan penularan penyakit dapat berdampak pada meningkatnya jumlah kasus apabila tidak diantisipasi sejak dini. Langkah-langkah sederhana namun konsisten, seperti menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker ketika mengalami gejala flu, dan tidak memaksakan diri untuk tetap beraktivitas saat sakit, menjadi bagian penting dari budaya saling melindungi di ruang akademik.
Ia mengingatkan bahwa flu tidak boleh dianggap sepele. Satu orang yang sakit bisa menularkan ke banyak orang di sekitarnya. Karena itu, kedisiplinan individu memiliki peran besar dalam memutus rantai penularan. Agus juga menekankan pentingnya kepekaan terhadap tanda-tanda infeksi yang memerlukan perhatian medis, seperti demam tinggi yang menetap, nyeri otot berat, atau gangguan pernapasan. Deteksi dan penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Melalui sosialisasi kesehatan ini, UMY berupaya memperkuat peran kampus sebagai ruang belajar yang aman dan sehat. Kesadaran kolektif menjadi fondasi agar aktivitas akademik tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan publik.