UGM dan Maluku Utara Jalin Kolaborasi Penguatan SDM
- Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan dilakukan di Kampus UGM, Jumat (09/01/2025), oleh Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah berbasis penguatan sumber daya manusia, riset terapan, serta pengembangan sektor strategis. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyampaikan pandangan dan harapan atas arah kolaborasi ke depan.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan bahwa keterlibatan UGM di Maluku Utara bukan hal baru. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah lama hadir di berbagai wilayah, termasuk Obi, Morotai Selatan, Pulau Kiri, dan Pulau Rau. Saat ini, 18 kelompok mahasiswa tengah menjalankan KKN di sejumlah kecamatan. “KKN adalah proses pembelajaran yang membentuk karakter mahasiswa agar memahami persoalan nyata di lapangan,” ujarnya.
Menurut Ova, pembelajaran mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas. Pengalaman terjun langsung ke masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepekaan sosial dan rasa tanggung jawab. Mahasiswa diajak mengenali tantangan pembangunan di daerah kepulauan, sekaligus berkontribusi sesuai kapasitas keilmuan mereka.
Lebih lanjut, Ova menekankan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah sejalan dengan misi UGM yang mengedepankan prinsip merakyat, mandiri, dan berkelanjutan. Program dirancang dengan melibatkan mitra lokal serta menyesuaikan kebutuhan daerah, termasuk sektor pertanian dan ketahanan pangan. “Kami siap mendukung penguatan agriculture dan penyediaan pangan sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr Danang Sri Hadmoko, menambahkan bahwa Maluku Utara merupakan wilayah favorit pelaksanaan KKN mahasiswa UGM. Selain itu, UGM juga mengembangkan riset dan inovasi sesuai potensi daerah, mulai dari pertanian, kelautan, hingga industri. “Kerja sama ini membuka peluang penguatan riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyebut UGM sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Sherly menyinggung pengalamannya mendampingi mahasiswa KKN UGM di Pulau Galu-Galu, di mana hasil karya mahasiswa dimanfaatkan dalam program pemerintah daerah. “Kehadiran mahasiswa UGM memberi manfaat nyata dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat,” ungkapnya.