Pemda DIY Hijaukan Kantor dan Atasi Sampah

Sri Sultan saksikan program Rukti Bumi
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kompleks Kepatihan, pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini tampil sebagai contoh ruang kerja yang ramah lingkungan. Pada Rabu (17/09/2025), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X resmi meluncurkan program Rukti Bumi (Reformasi Hijau Kompleks Kepatihan Birokrasi Berbudaya Ramah Lingkungan).

img_title Paskibraka DIY 2026, Wujud Semangat Generasi Muda Yogyakarta

Peluncuran ditandai dengan penanaman pohon kembang kantil oleh Sri Sultan dan Sri Paduka, disaksikan para kepala OPD DIY. Keduanya juga meninjau langsung sistem pengelolaan sampah di lingkungan Kepatihan, mulai dari biopori, daur ulang, pencacahan, hingga pemanfaatan maggot.

Sri Sultan menekankan bahwa penghijauan bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menciptakan kenyamanan. “Kalau banyak tanaman, mata lebih nyaman melihatnya. Tamu yang datang pun merasa adem. Maka kesadaran pimpinan OPD untuk menanam di lingkungan masing-masing sangat penting,” ujarnya.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Terkait pengelolaan sampah, Sri Sultan mendorong setiap OPD menyesuaikan metode dengan kondisi masing-masing. Langkah sederhana seperti membuat biopori atau memanen air hujan dinilai efektif untuk mengurangi beban PDAM sekaligus menjaga kesuburan tanah.

Melalui Rukti Bumi, Sri Sultan berharap birokrasi DIY dapat lebih mandiri dalam mengelola lingkungan kerja. Tujuannya bukan hanya menciptakan kenyamanan bagi pegawai, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap TPA dan menumbuhkan budaya ramah lingkungan di kalangan birokrat. Ia menyoroti bahwa persoalan sampah, khususnya di Kota Yogyakarta yang lahannya terbatas, menjadi tantangan bersama.

img_title Merah Putih Membentang di Malioboro, Yogyakarta Teguhkan Semangat Kebangsaan

Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, turut menyampaikan bahwa kapasitas TPA Piyungan telah ditingkatkan, meski tetap ada keterbatasan. “Saat ini kapasitasnya naik dari 90 ton menjadi 190 ton per hari, cukup untuk menampung hingga akhir tahun. Dengan begitu, penumpukan seperti kemarin bisa dihindari,” jelasnya.