Warga Yogya Diminta Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Yogya siaga darurat bencana cuaca ekstrem
Sumber :
  • Bing Image Creator

YOGYAKARTA, VIVA Jogja   Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi hingga akhir Februari 2026. Kebijakan ini diambil menyusul intensitas hujan deras disertai angin kencang yang belakangan melanda wilayah kota. BPBD bahkan membuka kemungkinan memperpanjang status siaga hingga Maret 2026, menunggu perkembangan prakiraan cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

img_title Pipa Pecah Sepanjang 200 Meter Sebabkan Kurang Air Bersih, 600 KK di Desa Tunahan Terdampak

Sejumlah dampak cuaca ekstrem sudah dirasakan masyarakat. Pada Rabu, 18 Februari 2026, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di sepuluh titik wilayah Kota Yogyakarta. Delapan di antaranya berupa pohon tumbang dan dahan patah, sementara dua titik lain berupa kerusakan atap rumah warga. Tidak hanya itu, sebuah bengkel cat dilaporkan roboh akibat terpaan angin kencang.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, menjelaskan bahwa intensitas cuaca hingga pertengahan Februari masih berada pada kategori menengah hingga tinggi. “Kalau intensitas masih menengah hingga tinggi, tentu status siaga perlu diperpanjang. Apalagi provinsi juga sudah menetapkan status siaga hingga 19 Maret,” ujarnya.

img_title Suhu Ekstrem Akibat El Nino, BPBD Yogyakarta Ingatkan Warga Jaga Kesehatan dan Antisipasi Kebakaran

Menurut Petrus, cuaca ekstrem tidak hanya menimbulkan gangguan lalu lintas, tetapi juga berpotensi merusak bangunan dan membahayakan keselamatan warga. Pohon tumbang, misalnya, bisa menimpa rumah, kendaraan, bahkan orang yang sedang melintas. Karena itu, BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan cepat terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

Langkah kesiapsiagaan sudah dilakukan sejak awal musim hujan. BPBD mengeluarkan surat edaran kewaspadaan kepada masyarakat, menggelar apel kesiapsiagaan lintas instansi, serta menyebarkan informasi cuaca melalui grup WhatsApp relawan dan warga. Edukasi juga dilakukan lewat video sosialisasi, sementara pengecekan peralatan, khususnya sistem peringatan dini banjir (Early Warning System/EWS) di sungai besar Kota Yogyakarta, terus dilakukan secara berkala. “Informasi prakiraan cuaca harian dari BMKG juga rutin kami teruskan kepada relawan, puskesmas, kampung tangguh bencana, hingga masyarakat luas,” tambah Petrus.

img_title BMKG DIY Umumkan Status Waspada Kekeringan, Bantul dan Gunungkidul Jadi Fokus Antisipasi

Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi cuaca ekstrem. BPBD bekerja sama dengan dinas terkait, aparat kelurahan, hingga komunitas relawan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Setiap laporan pohon tumbang atau kerusakan bangunan segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian lebih besar. “Biasanya dampak angin kencang itu pohon tumbang, atap rusak, bahkan bisa menimpa orang di jalan. Karena itu update cuaca selalu kami teruskan ke masyarakat agar bisa mengantisipasi,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title